Perempuan Menanggalkan Jilbab, Ketahui 2 Alasan Utamanya

menanggalkan jilbab
menanggalkan jilbab

Mutiaramakna. Seseorang yang menanggalkan jilbabnya penyebab utamanya lemah iman,  kurang kuatnya motivasi (azam). Kurang motivasi menyebabkan  lupa dan melupakan  ayat-ayat Allah. Bila keinginan dan kemauan kuat in syaa Allah akan  konsentrasi penuh dan tidak akan lupa.

Penyebab Perempuan Menanggalkan Jilbab

“Dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu) dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”Qs 20:115.

Selain karena lupa dan kurang kuatnya motivasi,  satu sebab menanggalkan jilbab adalah karena tidak adanya akal.

  Sedangkan yang dimaksudkan berakal bagi kita ialah berpegang teguh  atas kitab Allah, 

“Sungguh telah kami turunkan ia berupa Al quran dengan berbahasa Arab, agar kamu sekalian berakal.” Qs Yusuf (12):2.

“Oleh karena itu manakala kaum muslimin semakin bertambah penerimaannya terhadap Al quran baik pemahaman, penerapan dan pengkajiannya semakin bertambah pulalah “akal” mereka.” (Syaykh Sa’id Hawwa, Orang-Orang yang Dibenci Allah, h 33, Ramadhani, Solo,  Cet III, 1990 ).

  Seseorang lelaki bertanya kepada Nabi,”Mukmin yang bagaimanakah yang sehat akalnya?” Rasulullah menjawab,”Yang paling banyak mengingat mati, yang paling banyak mengumpulkan bekal untuk hari berikutnya (akhirat).” HR Ibnu Umar 

 Wanita yang berakal yang selalu menjaga pakaian taqwa. Itulah wanita yang mulia.

 Wanita yang mulia selalu menjaga kehormatan dirinya sehinggga tidak ada pikiran untuk menanggalkan jilbab. Setiap orang akan menghormati wanita yang menghormati dirinya, sebaliknya setiap orang akan menganggap rendah seorang wanita yang merendahkan dirinya itulah hukum bagi wanita yang tidak memakai hijab. Sekali lagi, dengan tidak menanggalkan jilbabnya seorang wanita telah menghormati dirinya.

 Wanita yang tidak segera berjilbab bisa juga disebabkan karena panjang angan-angan. Seperti pernyataan banyak wanita, “Nanti saja kalau sudah mapan atau kalau sudah tua, barulah kami akan berjilbab.”

  “Dan biarlah mereka lalai oleh angan-angannya.” Qs 15:3

Apa belum tiba saatnya bagi orang-orang beriman, bahwa tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kebenaran Al quran yang diwahyukan?” Al Hadid:16.

Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat.”Qs 4:72

Motivasi ekstrinsik juga berpengaruh terhadap menanggalkan jilbab. Wanita yang hidup di lingkungan yang berjilbab, in syaa Allah ia juga akan berjilbab. Wanita dan lingkungan ekstrinsiknya ibarat pohon dan tanah, sebagaimana gambaran berikut ini: 

 “Wanita-wanitamu adalah tanaman (hars) bagimu.” Qs 2:223 

  Tanamlah tanaman kita tersebut dengan berbagai varietas bibit-bibit pepohonan di tanah yang baik! Di tanah yang memiliki air, angin dan sinar yang baik. sebab Al quran menyatakan tanaman yang baik, tumbuh di tanah yang baik 

“Tanah yang baik tanaman-tanamannya akan tumbuh  subur dengan izin Tuhannya.” Qs 7:58. 

Sebaliknya,  pohon akan tumbuh merana, bila tumbuh di tanah yang buruk   

“Tanah yang buruk tanaman-tanamannya tumbuh merana.” Qs 7:58.

Bukan saja merana, Al quran juga mengatakan bahwa tanah yang buruk menghasilkan  pohon yang buruk. Kayu dan akarnya tidak menancap ke bumi.

 “Akarnya tercabut dari permukaan bumi.” Lihat Qs  14:26.

 Ia akan lebih merana lagi bila ada yang merusaknya.

Baca juga : Misi Dakwah Rasulullah Dan Keajaiban Motivasi Diri

Perempuan Yang Menanggalkan Jilbabnya Lakasana Kayu Yang Tersandar

  Orang yang pura-pura beriman laksana pohon, “Hidup segan matipun tak mau” Tidak mati dan tidak hidup (la yamuutu wala yahya). Bahkan lebih dari itu sebenarnya merupakan pohon mati tapi karena pohon itu tersandar  maka terlihat hidup.

Jika sandarannya digeser atau dipindah sedikit saja, maka kayu itu akan jatuh, akan terlihat jelas bahwa kayu tersebut kayu mati. Permisalan ini dijelaskan oleh Allah dalam ayat sebagai berikut:

 “Mereka seakan-akan kayu yang tersandar.” Qs 63:4. 

  Kita dapat mengambil pelajaran bahwa ada manusia yang berbicara tentang lingkungan, hak asasi manusia, kesejahteraan, keadilan, persatuan dan hukum sangat mengagumkan tetapi tidak pernah mampu mewujudkannya. Pada praktiknya justeru mereka merusak  lingkungan, hak asasi manusia, kesejahteraan, keadilan, persatuan dan hukum itu sendiri. 

 “Dan diantara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau. Dan dia bersaksi kepada Allah tentang isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di muka bumi serta merusak tanaman-tanaman (hars) dan ternak (nasl), sedang Allah tidak menyukai kerusakan.” Qs 2:204, 205. 

 Manusia mati namun terlihat hidup, gagah, sempurna dan tutur kata yang mampu mengambil hati manusia ini merupakan makhluk yang berbahaya. Al quran mengabadikan sifat jelek ini dalam sebuah judul surat “Al Munaafiquun” (orang-orang munafik).

 Bila kaum wanita masih tidak mau mengamalkan jilbab tetapi malah menanggalkan jilbab, maka ia laksana pohon yang tak berbuah bahkan laksana kayu yang tersandar.

 

Mutiara Makna